Minggu, 09 Desember 2012

EVALUASI PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI







  1. Pengertian Evaluasi secara Umum

Evaluasi merupakan salah satu kegiatan yang tidak mungkin dapat dipisahkan dari proses pembelajaran. Proses pembelajaran diakhiri dengan kegiatan evaluasi  untuk dapat menilai proses dan hasil belajar secara objektif.

Ada beberapa pengertian evaluasi menurut para ahli, sebagai berikut
diantaranya :

a. Linn dan Gronlund
Evaluasi merupakan proses yang sistematis untuk pengumpulan, penganalisisan, dan penafsiran data / informasi demi menentukan sejauh mana anak dapat mencapai tujuan pembelajaran.

b. Ralph tayler
Evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data dan menentukan sejauh mana, dalam hal apa dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai.

            c. Wandi dan Bround (dalaam hidayat:1991)
 Evaluasi adalah suatu tindakan porses untuk menentukan nilai sesuatu.

            d. Witheringthon (dalam hidayat: 1994)
Evaluasi adalah penentuan apakah sesuatu itu berharga, bernilai atau tidak.

            e. guba
Evaluasi merupakan suatu proses memberikan pertimbangan mengenai nilai dan arti sesuatu yang dipertimbangkan. Sesuatu itu dapat berupa orang, benda, kegiatan, keadaan, dll.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa, Evaluasi merupakan suatu proses memilih. Mengumpulkan dan menafsirkan data untuk membuat keputusan serta penyusunan program selanjutnya.
Informasi hasil evaluasi diperlukan sebagai masukan bagi pengambilan keputusan mengenai program dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan mengetahui apakah kegiatan pembelajaran sudah mencapai tujuan atau belum.

  1. Pengertian dan Dasar Evaluasi di TK

Evaluasi di TK merupakan usaha untk mendapatkan berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan, serta menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai anak melalui kegiatan belajar.
Evaluasi juga merupakan upaya untuk mendapatkan informasi / data secara menyeluruh yang menyangkut semua aspek kepribadian anak terhadap proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai melalui proses pembelajaran.

  1. Perbedaan Asesmen dan Evaluasi

Bentuk penilaian di TK disebut asesmen. Yaitu suatu proses pengamatan, pencatatan dan pendokumentasian kinerja dan karya anak didik dan bagaimana ia melakukannya sebagai dasar pengambilan keputusan pendidikan anak sebagai acuan langkah kedepannya.

Beberapa pengertian asesmen, :
  • Menurut NSW departement of Education (dikutip Arthur, 1996:324)
Asesmen adalah proses pengumpulan fakta – fakta dan membuat keputusan tentang kebutuhan, kekuatan, kemampuan dan kemajuan siswa.
  • Menurut jamaris ( dalam makalah Asesmen Perkembangan Anak Usia TK berbasis kecerdasan Jamak, 2004 )
Asesmen merupakan suatu proses kegiatan yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengumpulkan data atau bukti – bukti tentang perkembangan dan hasil belajar anak usia dini.
  • Menurut Hill (1993)
Asesmen adalah proses pengumpulan peristiwa / informasi dan mendokumentasikan pembelajaran dan pertumbuhan anak.
Asesmen tidak digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu program tetapi untuk mengetahui bagaimana perkembangan dan kemajuan belajar anak
Asesmen tidak dilakukan diakhir program tetapi dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan sehingga kemajuan peserta didik dapat diketahui. Yaitu dengan mengamati tindak tandk anak saat bermain, menggambar ataupun dari karya – karya anak yang lainnya.

Pada saat melakukan asessmen terhadap anak guru perlu memperhatikan prinsip-prinsip asesmen, yaitu sebagai berikut :
  1. Holistik (menyeluruh.) Yakni meliputi seluruh aspek perkembangan anak seperti aspek fisik motorik, kognitif, sosial, moral, emosional, bahasa dan kreativitas.
  2. Otentik (nyata) Yaitu asesmen dilakukan melalui kegiatan yang riil, fumgsional, dan alami dengan harapan dapat menggambarkan kemampuan anak yang sesungguhnya.
  3. Kontinyiu (berulang ulang.) Dilakukan secara kontiniu/berulang setiap saat anak melakukan kegiatan belajar.
  4. Individual bahwa asesesmen dilakukan secara perorangan dengan melihat perkembangan setiap anak secara individual.
  5. Multisumber dan multikonteks, yang berarti bahwa asesmen dilakukan pada berbagai konteks. Misalnya. pada Kegiatan menggunting, mewarnai pola, menggambar bentuk dan menempel.

Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam asesmen ini adalah :
-          sistem belajar tuntas yaitu siswa tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya sebelum ia mampu menyelesaikan tugasnya dengan benar dan baik.
-          Penilaian berkelanjutan artinya penilaiann dilakukan secara bertahap dan terus menerus sampai memperoleh gambaran yang jelas tentang perkembangan belajar siswa sebagai hasil dari kegiatan belajarnya.
-          Adil dalam mengukur dan menilai setiap aspek perkembangan individu anak.
-          Jujur dan objektif. Artinya penilaian dilakukan secara transparan dan hasil penilaian harus dilaporkan kepada orangtua agar orangtua dapat memberi stimulasi yang tepat untuk perkembangan dan pertumbuhan anaknya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar